TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

KOMENTAR TERBARU

06 Juni 2018

YX Dimsum, Suasana Kafe, Harga Kaki Lima

Ingin menyantap menu dimsum dengan harga terjangkau? Datang saja ke Jalan Pelajar Pejuang 45 No 56a. Di sana, Anda bisa makan dimsum sepuasnya tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Yakali Gak Dimsum namanya. Disingkat YX Dimsum. Bangunan unik dengan konsep kontainer itu menawarkan dimsum dengan harga murah. Live music melengkapi suasana nongkrong di kawasan pusat Kota Bandung itu, terutama saat akhir pekan.

Dimsum merupakan makanan khas Tiongkok Canton. Biasanya disajikan dalam wadah bambu dan dikukus. Buka setiap hari hingga pukul 22.00 WIB, YX Dimsum membanderol harga cuma Rp15 ribu per porsi. Cukup murah bukan?

“Kami buka sejak 1 April lalu. Kenapa kami membuka kedai dimsum ini karena kami memang menyenangi dimsum. Terpikir kenapa tidak membuka sendiri dengan harga yang relatif terjangkau,” kata Galih Purna Pamungkas (24), salah satu owner YX Dimsum.

Menurut Galih, YX Dimsum digagas oleh tiga orang yang sama-sama menyenangi masakan dari Tiongkok itu. Selain Galih, dua penggagas kafe tersebut masing-masing Ade Kesuma Armada (29), dan Aditya Dwi Septian (24).

“Adit lebih ke bagian dapur. Ade sebagai supervisi, sedangkan saya lebih ke manajemen, karena memang basic saya lulusan S1 manajemen,” kata Galih.

Galih mengatakan, Dimsum yang ditawarkan di kafe tersebut beragam. Ada Siomay Seafood, Siomay Ayam, Lumpia Ayam Kulit Tahu, Lumpia Udang Kulit tahum Hakau, Hisit Kao, dan banyak lagi.

“Untuk promo-promo dan diskon kami biasa menyebarkan informasi tersebut melalui instagram @yxdimsum,” kata Galih.

Sementara itu, Ade Kesuma Armada (29), owner YX Dimsum lainnya menjelaskan konsep kafe tersebut. Bersama koleganya, Ade ingin menawarkan Dimsum dengan harga kaki lima, namun suasana kafe. Kebanyakan, kata dia, kuliner Dimsum dijajakan di kaki lima.

“Kami menawarkan dimsum dengan citarasa yang lebih gurih, harga kaki lima, namun dengan suasana kafe,” kata Ade. Jadi, tunggu apa lagi! Anda penggemar Dimsum, yuk ke YX Dimsum.
Read More..

27 Mei 2018

Gisavo dan Sepak Bola


Usianya kini 13 tahun. Agustus nanti 14. Sejak SMP, mulai senang nonton sepak bola. Setidaknya, sudah punya tim idola: Persib. Dulu waktu SD, mana pernah dia anteng nonton olahraga rakyat itu di depan televisi. Apalagi datang ke stadion.

Dia anak saya. Namanya Gisavo Lembayung Lelaki Akbar. Duduk di kelas 8 SMPN 20 Kota Bandung, dia punya banyak pengalaman baru, selain tentu saja teman baru. Yang paling berkesan, nyaris semua teman laki-laki satu kelasnya menyukai sepak bola, terutama Persib. Saking ngefansnya sama Persib, mereka pernah dihukum gara-gara berteriak menyanyikan yel Persib saat jam pelajaran kosong. 

Persib vs Persipura 12 Mei jadi laga perdana Gisavo menonton sepak bola secara serius. Sebelumnya dia memang pernah menyaksikan tayangan sepak bola di televisi, tapi tampak tak terlalu menikmati. Selain itu, untuk kali pertama Gisavo menonton langsung laga tersebut di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung.

Takjub ya, senang tentu saja. Begitu memasuki stadion, decak kagum mulai terdengar dari mulut Gisavo. Matanya pun awas menatap sekeliling. Beruntung bagi dia karena laga Persib vs Persipura termasuk sarat gengsi. Bisa dipastikan, kualitas permainan kedua tim tak diragukan lagi. 

Atmosfer panasnya laga sudah terasa sejak pukul 16.00 WIB. Padahal pertandingan baru mulai pukul 18.30 WIB. Yel-yel Persib, bunyi tetabuhan, atribut, bendera, dan beragam pernak-pernik Persib sudah menghiasi stadion. Mereka memang sengaja datang lebih awal, termasuk kami, lantaran khawatir tak kebagian tempat duduk. 

Pergi dari rumah selepas Asar atau sekitar pukul empat kurang, sepanjang jalan kami banyak bertemu rombongan bobotoh. Saya dan Gisavo tiba di Stadion GBLA pukul 16.30 WIB. Kebetulan, rumah kami tak begitu jauh dari stadion yaitu di sekitaran Margacinta. Maka, waktu tempuh rumah-stadion pun cukup singkat. Kecuali saat macet melanda. 

Kami duduk di VIP bawah. Baru pukul 16.30 WIB, kursi penonton sudah padat. Saya mendekati area wartawan. Kursi VIP bawah tempat kami duduk pun sudah nyaris penuh. Padahal harganya cukup mahal. Seorang teman mengajak gabung. Akhirnya, kami ada di tempat para kuli tinta itu meliput. 

Sepanjang menunggu laga berlangsung, anak saya tak henti-hentinya menyaksikan tingkah polah suporter yang beragam. Semakin lama, kursi penonton kian penuh. Menjelang Magrib, semua kursi nyaris terisi. Tak ada kursi kosong lantaran sebentar lagi laga dimulai. Setelah menunaikan Salat Magrib, mata kami tertuju ke lapangan. Kami semringah, Persib menang 2-0. 


Read More..

07 Agustus 2016

Anak Lelaki Itu Bernama Gisavo


Anak lelaki itu bernama Gisavo. Setiap siang menjelang Zuhur, dia tiba di sekolah. Tatapannya berbinar, langkahnya pasti penuh semangat. Meski terik matahari seolah membakar ubun-ubun, ujung bibirnya tetap membentuk bulan sabit. Tersenyum menghadapi aktivitas siang.

Anak lelaki itu bernama Gisavo. Sudah sepekan berseragam putih biru khas Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bukan sekolah favorit, apalagi unggulan. Lokasinya pun dekat stasiun kereta api, pusat keramaian, tempat naik turun ragam perilaku orang. 

Anak lelaki itu bernama Gisavo. Baru dua bulan dia lulus Sekolah Dasar (SD) Karang Pawulang. Nilai ujiannya tidak terlalu bagus, juga tak jelek-jelek amat. Tapi dia tetap bangga meraih angka 247 dari 3 mata pelajaran. Rata-rata 8, adalah buah usahanya sendiri. 

Anak lelaki itu bernama Gisavo. Tak neko-neko memilih sekolah. Gagal masuk SMP Negeri 28, terlempar ke 20. Kala teman-temannya risau tak masuk sekolah favorit, dia bergeming. Gisavo justru mewarnai sendiri hari-harinya bersama teman baru putih biru.

Anak lelaki itu bernama Gisavo. Menyenangi musik dan pencinta hewan. Biola jadi alat musik favoritnya. Meski begitu, dia tak melupakan olahraga. Ekstrakurikuler futsal jadi pilihannya. Tapi guru olahraga, membidiknya masuk tim renang sekolah. 

Anak lelaki itu bernama Gisavo. Bangga dengan bakat ketimbang meraih nilai bagus pada mata pelajaran. Bagi dia, nilai bagus tak semuanya murni. Bisa diraih dengan cara apa pun termasuk mencontek. Tapi bakat, mengalir dalam diri. Tak pernah bisa ditiru siapa pun.
Read More..

Kabar Terpilih

Rida Farida, Nyaman setelah Berhijab

Di balik hijab selebritas Indonesia, tersimpan banyak cerita. Ada yang sekadar cari sensasi, tak sedikit mengejar popularitas. Namun, ti...

Standings provided by whatsthescore.com

 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by Angga Leo Putra