TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Komentar Terbaru

04 Oktober 2009

Masjid Kubah Emas Depok

Ini hanya hasil iseng-iseng saya menjelajah mesin pencari google. Setelah sekian lama gagal mencari tulisan Masjid Kubah Emas Depok hasil reportase saat bekerja di suplemen Pakuan (grup Pikiran Rakyat) sekitar bulan Februari 2007 silam, saya mencobanya kembali melalui mesin pencari google. Dengan kata kunci "Masjid Kubah Emas Depok", akhirnya saya berhasil menemukannya di antara 20.800 tulisan bertema sama.

Tulisan itu tersimpan di http://jaton.forummotion.com. Semakin yakin itu tulisan saya, karena tertera inisial PK-5 di akhir tulisan. Sekadar informasi, PK-5 adalah inisial saya saat bekerja di suplemen yang terbit di wilayah Kota/Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota/Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur itu. Wah, senangnya menemukan tulisan yang hilang karena saya tidak memiliki arsipnya. Terimakasih buat pemilik situs http://jaton.forummotion.com yang sudah menyimpan tulisan saya dengan apik. Biar tidak hilang lagi, saya posting saja di blog ini:

Luar biasa! Itulah kalimat pertama yang diucapkan masyarakat saat berkunjung ke Masjid Dian Al Mahri di Kel. Meruyung, Kec. Limo, Kota Depok. Sebuah masjid megah berkapasitas 20 ribu jemaah tampak berdiri kokoh di atas lahan seluas 100 hektare. Kekaguman pengunjung makin menjadi, tatkala melihat kubah utama masjid yang dilapisi emas 24 karat.

"Masjid ini dibangun April 1999 oleh seorang dermawan bernama Hj. Dian Juriah Maimun Al Rasyid. Rencananya, selain masjid, lahan ini akan dijadikan Islamic Centre. Nantinya akan ada lembaga dakwah, dan rumah tinggal. Pokoknya semua aktivitas keagamaan akan dilakukan di kompleks masjid ini," kata Ir. H. Yudi Camaro, M.M., pengelola Masjid Dian Al Mahri.

Menurut Yudi, saat ini tahap pembangunan Islamic Centre baru separuh jalan. Rencananya, lanjut dia, seluruh pembangunan ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga sampai lima tahun ke depan. Meski begitu, masjid tersebut telah resmi dibuka untuk umum bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, 31 Desember 2006.

"Pembangunannya memang sudah berlangsung sejak tahun 1999, namun baru dibuka untuk umum 31 Desember 2006. Setelah salat Iduladha, pemilik masjid langsung meresmikan masjid ini. Saat itu, tak kurang dari 5 ribu jemaah mengikuti pro-sesi peresmian masjid ini," kata Yudi.

Bangunan masjid, kata Yudi, memiliki luas 8.000 meter persegi yang terdiri dari ba-ngunan utama, mezamin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar, ruang sepatu, dan ruang wudu. Masjid, lanjut Yudi, mampu menampung 15 ribu jemaah salat dan 20 ribu jemaah taklim.

"Biasanya jumlah pengunjung membeludak sejak Jumat sampai Minggu. Saat Salat Jumat, minimal 5 ribu jemaah memadati masjid. Sementara pada hari Minggu, jumlah pengunjung biasanya mencapai 10 ribu orang. Sedangkan hari-hari biasa, jumlah jemaah tidak terlalu banyak," kata Yudi.

Masjid Dian Al Mahri memiliki 5 kubah. Satu kubah utama dan 4 kubah kecil. Uniknya, seluruh kubah dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal. Bentuk kubah utama menyerupai kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter.

"Kita tidak bicara jumlah emas, tapi ketebalan emas. Setiap kubah memiliki ketebalan emas 2 sampai 3 milimeter. Emas kubah tersebut kemudian dilapisi lagi dengan mozaik kristal. Masjid ini terbuka untuk umum, meski ada beberapa bagian yang harus tetap steril seperti menara masjid," kata Yudi.

Meski pengunjung bebas keluar masuk masjid, sejumlah aturan tetap harus dipatuhi. Aturan tersebut, kata Yudi, dibuat agar suasana ibadah tetap nyaman. Misalnya, lanjut Yudi, pengunjung dilarang membawa makanan dan minuman ke lingkungan masjid. Selain itu, anak di bawah usia 9 tahun juga dilarang memasuki lingkungan masjid.

"Namanya ibadah kan harus nyaman. Bagaimana bisa nyaman jika anak-anak berlari-lari di dalam masjid. Atau, pengunjung membawa makanan dan minuman ke dalam masjid. Ini memang tata tertib yang harus ditaati pengunjung agar masjid tetap terjaga," kata Yudi.

Sayangnya, Yudi tidak mau menyebut nilai rupiah yang dihabiskan untuk pembangunan masjid ini. Yang pasti, lanjut Yudi, jika dihitung total biaya pembangunan masjid betul-betul menyentuh angka yang sangat fantastis. "Subhanallah, untuk ukuran tempat ibadah, total biaya pembangunan masjid betul-betul sangat fantastis. Mudah-mudahan ini menjadi spirit bagi umat Islam lain untuk membangun tempat ibadah," kata Yudi.

Rita (40), salah seorang pengunjung asal Kota Cimahi mengaku takjub saat melihat masjid itu dari dekat. Selama ini, Rita mengaku hanya mendengar kemegahan masjid tersebut dari beberapa temannya. "Saya takjub. Selama ini saya hanya mendengar dari teman tentang kemewahan masjid kubah emas ini," kata Rita. (PK-5)

Related Posts by Categories



2 komentar:

annas mengatakan...

iraha urang ka ditu nya mang???

tigin ginulur mengatakan...

Hayu atuh mang. Urang bareng2.....

Poskan Komentar

Kabar Terkini

 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by Angga Leo Putra